Desember 2015

Kamis, 31 Desember 2015

MANAJEMENT ADMINISTRASI




MANAJEMENT ADMINISTRASI
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Manajement Perkantoran
Dosen Pengampu : Fatkurozi, M. Pd



Miss. Nisreen Yama
Ismi Nur Lailil M.
Bryan Adam Pratama
:
:
:
123311048
1403036075
1403036076

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015


     I.          PENDAHULUAN
Administrasi perkantoran atau tata usaha sudah dilaksanakan sejak zaman kuno sewaktu orang mulai bisa menulis huruf sampai dewasa ini. Tetapi, setelah zaman modern terutama mulai abad 20 ini tata usaha mengalami perubahan dalam bentuk, susunan, maupun coraknya.
            Boleh dikatakan kini tidak ada sesuatu instansi pemerintahan, badan swasta, dan kehidupan masyarakat apap pun yang tidak melakukan tata usaha. Pertumbuhan administrasi perkantoran atau tata usaha yang demikian meluas itu disebabkan oleh berbagai faktor dalam dunia modern ini seperti misalnya pertambahan penduduk, perluasan pendidikan, kemajuan teknologi, perkembangan badan usaha-usaha yang  bercorak ketata usahaan.
            Proses awal dan sangat menentukan dalam bidang kepegawaian adalah recruitment pegawai, yang dalam hal ini adalah memilih atau menyeleksi pegawai yang terbaik untuk setiap jabatan dan jenis tugas pada suatu lembaga. Selanjutnya melatih serta mendidik pegawai agar dapat melaksanakan tugas yang diembannya dengan baik. Hal ini penting, mengingat tidak seorangpun mampu melaksanakan tugas dengan baik dan lancar tanpa mengetahui jenis dan sifat pekerjaan yang dihadapinya.
 Bahkan untuk jenis pekerjaan yang bersifat sederhanapun tidak jarang seseorang mengalami kesulitan untuk melaksanakannya dengan baik dan lancar. Oleh sebab itu latihan dan pendidikan pegawai sangat perlu dilakukan terutama bagi pegawai baru yang belum mempunyai pengalaman.[1]
    II.       RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana Sejarah Perkembangan Ilmu Administrasi?
2.      Apa Pengertian dan Fungsi Manajemen Administrai?
3.      Bagaimana Perkembangan Teori Manajemen yang Mempengaruhi Pengelolaan Administrasi?
4.      Bagaimana Prospek Karir di Bidang Administrasi?
 III.       PEMBAHASAN
A.    Sejarah Perkembangan Ilmu Administrasi
Administrasi telah ada sejak dahulukala karena administrasi timbul dengan timbulnya peradaban manusia berlangsung ribuan tahun sebelum masehi. Di Babylonia telah ditemukan catatan-catatan yang ditulis di atas tanah liat yang berasal dari abad ke-30 SM, demikian pula di Mesir ditemukan berbagai catatan yang menggunakan bahan dari pohon papyrus berabad-abad lamanya, di Cina pada abad ke-20 SM telah terdapat pencatatan mengenai kegiatan pemerintahan dengan mempengaruhi kulit binatang (penyu) yang diikuti dengan pemakaian logam, bambu dan kayu. Sedangkan negara lain (Persia, Yunani, maupun Romawi) telah melaksanakan kegiatan tersebut pada abad ke-5 SM. Adapun di Indonesia telah berlangsung kegiatan administrasi pemerintahan pada masa kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Demak dll, yang dapat dilihat dari candi yang dibuat pada masa itu.[2]
Apabila sejarah perkembangan administrasi itu dipelajari lebih mendalam akan terlihat bahwa dalam setiap kebudayaan, apapun tujuannya, bagaimanapun bentuk dan strukturnya, unsur-unsur administrasi tersebut pasti selalu ada. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa administrasi selalu ada pada setiap kegiatan. Pengetahuan tentang sejarah administrasi dapat diketahui berkat pelaksanaan kegiatan administrasi yaitu tulis-menulis. Dan sekarang adanya komputer dan sistem informasi yang lainnya membuat semakin pesat administrasi didunia ini.
Ada dua hal yang akan dijelaskan yaitu, pertama administrasi sebagai seni yaitu perkembangannya selalu dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat dinamis. Demikian juga sebaliknya. Secara historical perkembangan administrasi sebagai seni itu didasarkan kepada pengetahuan masyarakat modern sekarang tentang kejadian-kejadian dimasa lalu pada kebudayaan tertentu pula. Yang kedua, administrasi sebagai ilmu pengetahuan, tepatnya sebagai ilmu pengetahuan sosial.
B.     Pengertian dan Fungsi Manajemen Administrasi
1.      Pengertian Manajemen Administrasi Perkantoran
Administrasi berasal dari kata Latin “ad” artinya “kepada” dan “ministro”berarti “melayani”. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek tertentu. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan[3]
Sebagian besar istilah administrasi perkantoran dan manajemen perkantoran dengan pengertian yang sama, hal ini dipertegas oleh pernyataan PBB(1969), bahwa keduanya sama walaupun istilah administrasi lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan negara, sedangkan manajemen lebih banyak berhubungan dengan perusahaan. Sedangkan definisi manajemen perkantoran(Gie, 2000) menurut beberapa ahli antara lain; 
1.      WH Evans (1963); fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi.
2.      Arthur Grager (1958); fungsi tata penyelenggaraan terhadaap komunikasi dan pelayanan dari suatu organisasi.
3.      William Leffingwell dan Edwin Robinson (1950); cabang ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan dan dimana pekerjaan itu harus dilakukan.
4.      George Terry (1966); perencanaan, pengendalian dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran serta pergerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Adapun Institute of Administrative Management (Anonymous, 2002) pada pertengahan tahun 1990-an mendefinikasikan manajemen perkantoran sebagai salah satu cabang ilmu manajemen yang memfokuskan pada layanan untuk mendapatkan, mencatat, dan menganalisis informasi, baik itu merencanakan maupun mengomunikasikannya guna mengamankan aset organisasi serta mempromosikan layanan administrasi itu sendiri untuk mencapai tujuan organisasi.[4]
2.      Fungsi Manajemen Administrasi       
Menurut Quible (2001), ada lima jenis fungsi antara lain;
1.      Fungsi Rutin, yaitu fungsi administrasi perkantoran yang membutuhkan pemikiran minimal mencakup pengarsipan, penggandaan, dan lain-lain. Biasanya fungsi ini dilaksanakan oleh staf administrasi yang bertanggung jawab atas kegiatan administrasi sehari-hari
2.      Fungsi Teknis, yaitu fungsi yang membutuhkan pendapat, keputusan dan ketrampilan perkantoran yang memadai, seperti familieritas dengan beberapa software, fungsi ini biasannya dilakukan oleh staf administrasi yang tergabung dalam departemen suatu organisasi.
3.      Fungsi Analisis, yaitu fungsi yang membutuhkan pemikiran yang kritis dan kreatif disertai kemampuan untuk mengambil keputusan, seperti membuat dan menganalisis laporan maupun membuat keputusan pembelian. Fungsi ini biasannya dilakukan oleh seorang asisten manajer yang bertanggung jawab men-support keputusan yang akan dibuat oleh atasannya.
4.      Fungsi Interpersonal, yaitu fungsi yang membutuhkan penilaian dan analisis sebagai dasar pengambilan keputusan serta ketrampilan berhubungan dengan orang lain, seperti mengoordinasikan tim proyek. Fungsi ini biasannya dilakukan oleh staf administrasi sebagai jenjang karir sebelum naik manajer pada suatu organisasi.
5.      Fungsi Manajerial, yaitu fungsi yang membutuhkan perencanaan, pengorganisasian, pengukuran, dan pemotivasian, seperti pembuatan anggaran, dan mengevaluasi karyawan. Biasanya fungsi ini dilakukan oleh staf setingkat manajer yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan sistem dan prosedur administrasi suatu organisasi.[5]
C.     Perkembangan Teori Manajemen Administrasi
Memahami perkembangan teori manajemen sangat penting untuk mendapatkan gambaran yang seutuhnya tentang proses manajemen. Menurut Odgers (2005), ada empat tahapan dalam evolusi teori manajemen yang berkaitan dengan dunia administrasi, yaitu;
1.      Manajemen Klasik
Pada awal abad 18 dan 19 dunia sedang mengalami revolusi industri yang menitikberatkan pada proses produksi dan bagaimana menciptakan organisasi industri yang modern. Manajemen klasik mempunyai dua pandangan, yaitu; manajemen ilmiah dan manajemen kesatuan yang utuh.
a.       Manajemen Ilmiah
Pandangan ini didasari oleh adanya dua masalah utama yang dihadapi organisasi, yaitu bagaimana meningkatkan rata-rata pekerja dan meningkatkan efisiensi pengelolaan organisasi. Dengan menggunakan pemikiran yang logis dan sistematis perusahaan akan mengembangkan solusi yang efektif terhadap kedua masalah yang dimaksud.
b.      Manajemen Kesatuan yang Utuh
Dengan menggunakan pendekatan ini manajer administrasi dituntut untuk menitik beratkan perhatiannya pada keseluruhan masalah administrasi yang terjadi di dalam organisasi.
2.      Manajemen Perilaku
Meskipun manajemen ilmiah tetap dijadikan dasar dalam pengelolaan sebuah organisasi atau perusahaan, namun pada dekade 1920 hingga 1930-an perhatian terhadap manusia sebagai unsur terpenting organisasi telah menjadi perhatian banyak peneliti. Sebagian besar peneliti menyadari bahwa manusia selain membutuhkan materi mereka juga mempunyai kebutuhan sosial, psikologis dan fisik yang lain. Ada dua pendekatan yang termasuk dari Manajemen Perilaku, yaitu pendekatan hubungan manusia dan pendekatan perilaku ilmiah.
a.       Pendekatan Hubungan Manusia
Faktor manusia mempunyai kontribusi yang lebih besar dibandingkan faktor teknis. Oleh karena itu, meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya lebih penting dibandingkan meningkatkan keberadaan faktor teknis.
b.      Pendekatan Perilaku Ilmiah
Pada awalnya, teori perilaku hanya menjelaskan satu kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan akan penerimaan diri di lingkungan kerja. Namun, lambat laun hal ini berubah menjadi daftar kebutuhan mulai dari kebutuhan fisik, keamanan, sosial, penghargaan, emosional, hingga kebutuhan-kebutuhan manusia yang lainnya. Berdasarkan teori ini manajer harus menyadari bahwa kebutuhan setiap pekerja adalah berbeda dan seharusnya tidak mengasumsikan bahwa pendekatan tunggal dapat digunakan untuk memotivasi seluruh pekerja guna menyelesaikan pekerjaan.
3.      Manajemen Ilmiah
Selama ini kita mengenal manajemen ilmiah sebagai metode bisnis kuantitatif, yang menggunakan dasar ilmu teknik dan matematika untuk memecahkan masalah bisnis yang kompleks. Beberapa contoh yang dapat dikemukakan yaitu seperti; sampel pekerjaan, teori, forecasting dan penyeleksian.
4.      Manajemen Kualitas
Total Quality Management (TQM) diterima secara luas dan mempunyai dampak yang sangat penting dalam manajemen administrasi perkantoran. TQM menekankan pada kinerja tim, memberdayakan pekerja, mangakui keluasan suatu organisasi, dan menerima kritikan dalam melayani konsumen secara lebih baik. Filosofi ini secara efektif memperkenalkan perbaikan yang berkesinambungan. Meskipun TQM diimplementasikan dalam berbagai pendekatan, namun ada empat elemen pokok yang menyertainya, yaitu;
a.       Fokus pada kepuasan pelanggan
b.      Pengembangan produk atau layanan yang saat ini dihasilkan organisasi
c.       Kerja tim didasarkan pada kepercayaan dan kerja sama
d.      Teknik pengukuran statistik didesain dan digunakan untuk mengidentifikasikan masalah yang dihadapi produksi.
Kemudian muncullah teori baru yaitu Teori Z yang dikembangkan oleh William G. Ouchi dan memperkenalkan Manajemen Partisipatif yang dikembangkan berdasarkan pelaksanaan manajement gaya Jepang. Ada 5 komponen pokok yang mendasarinya:
a.       Pegawai diasumsikan mempunyai masa kerja seumur hidup. Merekan tidak boleh dikhawatirkan akan kena PHK.
b.      Pegawai dipekerjakan karena keahlian khusus yang dimilikinya. Untuk itu, pekerjaan yang dilakukan akan sesuai dengan keahliannya, bukan pegawai yang menyesuaikan dengan pekerjaanya.
c.       Semua perbuatan keputusan harus melalui proses kesepakatan bersama.
d.      Manajer dan pegawai harus mempercayai dan loyal satu sama lain.
e.       Manajer harus memperhatikan kesejahteraan bawahannya.[6]
D.    Prospek Karier
Seiring dengan pertumbuhan dan kebutuhan akan informasi yang tepat serta cepat bagi organisasi masa kini dan masa depan, dibutuhkan pengelolaan informasi secara efektif dan efisien. Hal tersebut tentunya akan diikuti oleh kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang administrasi perkantoran.
Seperti kita ketahui bersama, posisi manajer pada bidang ini termasuk level menengah di suatu organisasi, namun membutuhkan wawasan yang luas di bidang pemasaran, keuangan, aspek produksi maupun administrasi itu sendiri guna menyajikan laporan atau informasi yang bermanfaat bagi perusahaan. Bahkan akhir-akhir ini ada posisi yang membawahi divisi administrasi perusahaan. Keadaan tersebut semakin memudahkan posisi manajer administrasi sebagai orang yang tahu jalannya perusahaan secara keseluruhan untuk naik ke puncak posisi di suatu perusahaan, walaupun nyatanya belum begitu mengenal operasi perusahaan di lapangan.[7]
 IV.            PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kegiatan administrasi mengenai peristiwa di bidang pemerintahan dan perniagaan atau kegiatan didalam masyarakat telah tumbuh dan berkembang di pusat kerajaan maupun pusat kebudayaan sebagai bentuk awal dari sebuah manajement administrasi dan telah berlangsung selama ribuan tahun sebelum masehi.
Administrasi berasal dari kata Latin “ad” artinya “kepada” dan “ministro”berarti “melayani”. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek tertentu. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
Menurut Quible (2001), ada lima jenis fungsi antara lain;
1.      Fungsi Rutin
2.      Fungsi Teknis
3.      Fungsi Analisis
4.      Fungsi Interpersonal
5.      Fungsi Manajerial
Perkembangan teori manajement:
1.      Manajemen klasik
2.      Manajemen perilaku
3.      Manajemen ilmiah
4.      Manajemen kualitas
B.     Kata Penutup
Demikianlah makalah ini kami buat, semoga bermanfaat kepada pembaca dan dapat memberikan pemahaman kepada pemakalah.
Sekian dari kami, apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam hal penulisan makalah ini, kritik serta saran yang membangun sangat kami butuhkan dari anda. Dari kami, selaku pemakalah meminta maaf yang sebesar-besarnya dan atas perhatian saudara kami ucapkan terimakasih.



DAFTAR PUSTAKA
Sukoco, Badri Munir, Manajemen Administrasi Perkantoran, Jakarta: Erlangga 2007



[1] https://www.scribd.com/doc/240009068/MAKALAH-ADMINISTRASI-PERKANTORAN
[2] Badri Munir Sukoco, Manajement Administrasi, (Jakarta: Erlangga, 200), hlm. 3
[3] https://www.scribd.com/doc/240009068/MAKALAH-ADMINISTRASI-PERKANTORAN
[4]Badri Munir Sukoco, Manajement Administrasi, hlm. 3
[5] Badri Munir Sukoco, Manajement Administrasi. Hlm 4
[6] Badri Munir Sukoco, Manajement Administrasi. Hlm. 4-9
[7] Badri Munir Sukoco, Manajement Administrasi. Hlm. 12