5 ASPEK YANG DIMILIKI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN NEGARA
5 ASPEK YANG DIMILIKI
MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN NEGARA
a.
Free Public Spehere
Yang dimaksud dengan free public
sphere adalah adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam
mengemukakan pendapat. Pada ruang publik yang bebaslah individu dalam posisinya
yang setara mampu melakukan transaksi-transaksi wacana dan praksis politik
tanpa mengalami distorsi dan kekhawatiran.
Dalam
hal ini yang berarti masyarakat boleh mengemukakan pendapat dan berargumen bila
suatu instansi pemeritah kurang dalam menegakkan atau mewujudkan apa yang
memang dibutuhkan masyarakat untuk membangun kemajuan negara, tampa merasa
khawatir atau tertekan pada aturan negara. Sebagai sebuah prasyarat, maka
mengembangkan dan mewujudkan masyarakat madani dalam sebuah tatanan masyarakat.[1]
a.
Demokratis
Demokratis merupakan satu entitas yang
menjadi penegak wacana masyarakat madani, dimana dalam menjalani kehidupan,
warga negara memiliki kebebasan penuh untuk menjalani aktivitas kesehariannya,
termasuk dalam berinteraksi dengan lainnya. Demokratis berarti masyarakat dapat
berlaku santun dalam pola hubungan interakisi dengan masyarakat sekitarnya dengan tidak
mempertimbangkan suku, ras, dan agama.
Dalam hal ini masyarakat harus menjalin
ikatan satu dengan yang lainya dan saling menjalin hubungan antar sesama
manusia dengan tidak membedakan suku, ras, ataupun agamanya, dengan njalin
ikatan ini masyarakat akan mampu untuk saling membantu menegakakan keadilan
yang menjadikan negara tersebut akan maju, karena memiliki masyarakat yang
saling mengisi satu sama lain.
b.Toleran
Toleran merupakan sikap yang
dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan siakap nsaling menghargai
dan menghormati aktivitas yang ilakukan oleh orang lain. Toleransi ini
memunkinkan akan adanya kesadaran masing-masing individu untuk menghagai dan
menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh kelompok masyarakat
lain yang berbeda.[2]
Toleran yang berarti sebagai masyarakat
haruslah memiliki rasa mneghormati, contoh halnya dalam beragama yaitu saat
beribadah masyarakat yang berbada agamaya harus saling menghoramati bila salah
satu agama lain sedang merayakan hari besarnya atau tradisi agamanya, hal
tersebut juga bisa untuk kemajuan suatu negara karena negara memiliki
masyarakat yang salig toleran atau menghormati antar umat beragama.
c. Pluralisme
Pluralisme sebagai sebuah prasyarat
penegakkan masyarakat madani, maka pluralisme harus dipahami secara mengakar
dengan menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang menghargai dan menerima
kemajemukan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pluralisme tidak bisa dipahami
hanya dengan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk,
tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima kenyataan yang
bernilai positif.
d. Keadilan
Sosial (social justice)
Keadilan
dimaksudkan disini untuk menyebutkan keseimbangan dan pembagian yang
proposional terhadap hak dan kewajian setiap warga negara yang mencangkup
seluruh aspek kehidupan. Dalam hal ini berarti bersikap menyeluruh tidak hanya
terpusat pada salah satu asepek kehidupan pada satu kelompok masyarakat saja.[3]
[1] A.
Ubaidillah, Pendidikan kewarganegaraan Demokrasi, Ham & Masyarakat
Madani, (Jakarta: 2000, IAIN Jakarta Press) hlm. 147-149
[2] A. Ubaidillah, Pendidikan
kewarganegaraan Demokrasi, Ham & Masyarakat Madani, hlm. 147-149
[3] A. Ubaidillah, Pendidikan
kewarganegaraan Demokrasi, Ham & Masyarakat Madani, hlm. 147-149

0 komentar :
Posting Komentar