5 ASPEK YANG DIMILIKI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN NEGARA

Senin, 04 Januari 2016

5 ASPEK YANG DIMILIKI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN NEGARA




5 ASPEK YANG DIMILIKI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN NEGARA
a.       Free Public Spehere
         Yang dimaksud dengan free public sphere adalah adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat. Pada ruang publik yang bebaslah individu dalam posisinya yang setara mampu melakukan transaksi-transaksi wacana dan praksis politik tanpa mengalami distorsi dan kekhawatiran.
         Dalam hal ini yang berarti masyarakat boleh mengemukakan pendapat dan berargumen bila suatu instansi pemeritah kurang dalam menegakkan atau mewujudkan apa yang memang dibutuhkan masyarakat untuk membangun kemajuan negara, tampa merasa khawatir atau tertekan pada aturan negara. Sebagai sebuah prasyarat, maka mengembangkan dan mewujudkan masyarakat madani dalam sebuah tatanan masyarakat.[1]     
a.       Demokratis
         Demokratis merupakan satu entitas yang menjadi penegak wacana masyarakat madani, dimana dalam menjalani kehidupan, warga negara memiliki kebebasan penuh untuk menjalani aktivitas kesehariannya, termasuk dalam berinteraksi dengan lainnya. Demokratis berarti masyarakat dapat berlaku santun dalam pola hubungan interakisi dengan  masyarakat sekitarnya dengan tidak mempertimbangkan suku, ras, dan agama.
         Dalam hal ini masyarakat harus menjalin ikatan satu dengan yang lainya dan saling menjalin hubungan antar sesama manusia dengan tidak membedakan suku, ras, ataupun agamanya, dengan njalin ikatan ini masyarakat akan mampu untuk saling membantu menegakakan keadilan yang menjadikan negara tersebut akan maju, karena memiliki masyarakat yang saling mengisi satu sama lain.
b.Toleran
         Toleran merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan siakap nsaling menghargai dan menghormati aktivitas yang ilakukan oleh orang lain. Toleransi ini memunkinkan akan adanya kesadaran masing-masing individu untuk menghagai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh kelompok masyarakat lain yang berbeda.[2]
         Toleran yang berarti sebagai masyarakat haruslah memiliki rasa mneghormati, contoh halnya dalam beragama yaitu saat beribadah masyarakat yang berbada agamaya harus saling menghoramati bila salah satu agama lain sedang merayakan hari besarnya atau tradisi agamanya, hal tersebut juga bisa untuk kemajuan suatu negara karena negara memiliki masyarakat yang salig toleran atau menghormati antar umat beragama.
c.       Pluralisme
         Pluralisme sebagai sebuah prasyarat penegakkan masyarakat madani, maka pluralisme harus dipahami secara mengakar dengan menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang menghargai dan menerima kemajemukan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pluralisme tidak bisa dipahami hanya dengan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk, tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima kenyataan yang bernilai positif.
d.      Keadilan Sosial (social justice)
            Keadilan dimaksudkan disini untuk menyebutkan keseimbangan dan pembagian yang proposional terhadap hak dan kewajian setiap warga negara yang mencangkup seluruh aspek kehidupan. Dalam hal ini berarti bersikap menyeluruh tidak hanya terpusat pada salah satu asepek kehidupan pada satu kelompok masyarakat saja.[3]


[1] A. Ubaidillah, Pendidikan kewarganegaraan Demokrasi, Ham & Masyarakat Madani, (Jakarta: 2000, IAIN Jakarta Press) hlm. 147-149
[2] A. Ubaidillah, Pendidikan kewarganegaraan Demokrasi, Ham & Masyarakat Madani, hlm. 147-149
[3] A. Ubaidillah, Pendidikan kewarganegaraan Demokrasi, Ham & Masyarakat Madani, hlm. 147-149

0 komentar :

Posting Komentar