Januari 2016

Selasa, 05 Januari 2016

MANFAAT BLOG BAGI DUNIA PENDIDIKAN


MANFAAT BLOG BAGI DUNIA PENDIDIKAN
Blog merupakan kependekan dari weblog, yaitu istilah untuk menyebut kelompok web pribadi yang selalu di-update secara kontinu dan berisi link-link ke web lain yang menarik disertai degngan komentar-komentar. Blog adalah online journal atau online diary, yang dipublikasikan lewat internet dan boleh dibaca oleh siapa saja. Orang-orang biasanya menggunakan blog untuk menuliskan journal, artikel, sales page sederhana, dll.[1]
Pada mulanya, blog hanya berisi catatan pribadi, ide, gagasan atau opini seseorang yang kemudian diposting ke blog masing-masing. Tetapi kemudian blog berkembang semakin pesat dan topik bahasannya semakin luas dan bermacam-macam, semisal tentang kesehatan, hobi, pendidikan, olah raga, bisnis, politik, dll. Di internet terdapat banyak layanan penyedia untuk pembuatan blog secara gratis, sehingga anda tidak perlu untuk membayar hosting atau domain ataupun iuran bulanan. Di antara penyedia layanan blog gratis adalah www.blogger.com, www.wordpress.com, www.blogsome.com, www.blogdrive.com, www.blogchex.com, www.multiply.com. Semua alamat situs tersebut merupakan penyedia layanan blog secara gratis, dari sekian layanan diatas, yang cukup terkenal di Indonesia adalah blogger.com dan wordpress.com.
Berbicara masalah manfaat blog, ada banyak manfaat yang dapat diambil dari adanya blog tersebut. Penulis khususkan dalam dunia pendidikan. Bagi dunia pendidikan blog dapat digunakan untuk mempromosikan lembaga pendidikan masing-masing atau juga sebagai wadah ilmu pengetahuan atau karya-karya bagi pelajar/mahasiswa/ilmuwan, misalnya:
a.       Jika anda seorang pelajar, anda dapat membuat blog untuk memamerkan keunggulan sekolah, prestasi yang telah diraih, kegiatan sekolah yang menunjang pendidikan, tentang mata pelajarannya, dll.
b.      Jika anda seorang mahasiswa, anda dapat membuat blog untuk memamerkan Universitas anda, jurusan yang ada di kampus anda, memposting artikel atau KTI yang anda buat, dll.
Sebenarnya masih banyak manfaat blog yang dapat kita manfaatkan, akan tetapi di samping blog terdapat manfaat yang menimbulkan dampak positif juga ada dampak negatifnya. Misal dengan blog semua bahan yang kita perlukan akan kita ambil dari blog orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada yang mempunyai blog/si pencetus gagasan di dalam blog yang kita ambil. Itu sama saja dengan mencuri. Alangkah baiknya kita harus menggunakan blog dengan bijak sebagaimana kita tahu, kita  adalah makhluk ciptaan Allah yang diberi akal, dan kita harus menggunakan akal itu sebaik-baiknya agar kita tidak merugi di kemudian hari.


[1] Tasurun, Panduan Praktis Internet, Membuat Blog dan Mendapatkan uang dari Internet, (Semarang: CV. DUTA NUSINDO, 2010), Hal. 61

Senin, 04 Januari 2016

MOTIVASI dan KOMUNIKASI




MOTIVASI dan KOMUNIKASI
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Dasar-dasar Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Fahrurrozi, M. Ag





Bryan Adam Pratama
Ahmad Najihan Muzakki
Didik Cahyono
:
:
:
1403036076
1403036087
1403036101



FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015



I.          PENDAHULUAN
Kinerja atau prestasi kerja sangat penting didalam sebuah perusahaan, karena sebuah perusahaan bisa berjalan atau beroperasi dengan baik hanya jika diikuti dengan kinerja atau prestasi kerja yang baik dari setiap sumber daya manusia yang ada dalam ruang lingkup organisasi atau perusahaan tersebut.
Selain itu Prestasi kerja juga dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.
Menurut Hasibuan (1995:105), prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu.
Menurut Moh. As'ud (1995:47), prestasi kerja sebagai kesuksesan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
Untuk mendukung kinerja atau prestasi kerja dalam sebuah perusahaan diperlukan sebuah pengukuran atau penilaian terhadap kinerja yang dilakukan setiap atau masing-masing individu sebagai sumberdaya manusia dalam perusahaan tersebut supaya hasil dan tujuan perusahaan dapat tercapai.
Ukuran terakhir keberhasilan dari suatu departemen personalia adalah prestasi kerja. Karena baik departemen itu sendiri maupun karyawan memerlukan umpan balik atas upayanya masing-masing, maka prestasi kerja dari setiap karyawan perlu dinilai. Oleh karena itu Penilaian prestasi kerja adalah proses dimana organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja atau prestasi kerja dalam sebuah organisasi yaitu peranan dari komunikasi, motivasi dan kepemimpinan. Ketigannya sangat diperlukan karena tanpa ketiga faktor tersebut maka sumberdaya manusia yang ada tidak bisa dikelola dengan baik sehingga menyebabkan prestasi kerja memburuk dan proses pencapaian tujuan dalam suatu organisasi tidak bisa maksimal.
II.       RUMUSAN MASALAH
1.      Apa Pengertian Motivasi?
2.      Apa Pengertian Komunikasi?
3.      Apa saja Terori-teori konten?
4.      Apa saja teori-teori proses?



III.    PEMBAHASAN
A.    Motivasi
Motivasi berasal dari kata movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.
Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal. Motivasi semakin penting karena manajer membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk dikerjakan dengan baik dan terintegrasi kepada tujuan yang diinginkan.
Perusahaan tidak hanya mengharapkan karyawan mampu, cakap dan terampil tetapi yang terpenting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal. Kemampuan dan kecakapan karyawan tidak ada artinya bagi perusahaan jika mereka tidak mau bekerja giat.
B.     Komunikasi
Kata atau istilah “komunikasi” (dalam bahasa Inggris Communication) berasal dari Communicatus dalam bahasa Latinyang artinya berbagi atau menjadi hak milik bersama.[1]
Istilah lain komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang keorang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, titik putus vokal dan sebagainya. Jika seseorang mengirimkan berita dan menerimanya sangat tergantung pada ketrampilan-ketrampilan tertentu (membaca, menulis, mendengar, berbicara dan lain-lain) untuk membuat sukses informasi.
Komunikasi, sebagai suatu proses dengan mana orang-orang bermaksud memberikan pengertian-pengertian melalui pengiringan berita secara simbolis, dapat menghubngkan para anggota berbagai satuan organisasi yang bebrbeda dan bidang yang berbeda pula, sehingga sering disebut rantai pertukaran informasi[2]. Konsep ini mempunyai unsur-unsur : 1) suatu kegiatan untuk seseorang mengerti. 2) suatu sarana pengaliran informasi 3) suatu sistem bagi terjalinnya komunikasi di antara individu-individu. Pandanagan tradisional tentang komunikasi  telah banyak diubah oleh perkembangan teknologi, yaitu bahwa komunikasi tidak hanya terjadi antara dua atau lebih individu, tetapi mencakup juga komunikasi antar orang-orang dan mesin-mesin, dan bahkan antara mesin dengan mesin lainnya.
C.     Teori Konten
Teori Kepuasan / konten, berfokus pada apa yang mendorong, mengarahkan, mempertahankan dan menghentikan perilaku.
a.    Teori hirarki kebutuhan.
Teori ini ditemukan oleh abrahan H. Maslow. Ia berpendapat bahwa ada kebutuhan internal yang sangat mempengaruhi motivsi manusia dalam bekerja. Maslow berpendapat bahwa kebutuhan itu tersusun sebagai hierarki yang terdiri atas lima tingkat kebutuhan. Teori ini lebih dikenal dengan sebutan teori Kebutuhan Manusia. Menurutnya, lima tingkatan tersebut bersifat berjenjang. Jika kebutuhan pertama sudah terpenuhi maka ia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang kedua, begitu seterusnya. Berikut tingkatan kebutuhan manusia menurut maslow:
Tingkat 5    : Aktualisasi atau realisasi diri
Tingkat 4    : rasa hormat
Tingkat 3    : rasa disertakan, rasa cinta, dan aktivitas sosial
Tingkat 2    : rasa aman
Tingkat 1    : fisik atau biologi.
Dalam perkembangan teori ini ada beberapa ilmuan yang menjabarkan secara rinci hierarki kebutuhan  manusia menurut maslow yaitu Wayne K. Hoy dan Cecil G. Miskel. Peneliti ini juga menambahkan indikator fisik dan psikologi.
kebutuhan
Indiator Fisik dan psikologi
Tingkat 5
Aktualisasi atau realisasi diri
Keinginan mengembangkan diri secara maksimal melalui usaha sendiri, kreativitas, dan ekspresi diri.
Tingkat 4
rasa hormat
Menerima keberhasilan diri, kompetensi, keyakinan rasa diterima orang lain, aspirasi, rekognisi, dan dignitas atau martabat.
Tingkat 3
rasa disertakan, rasa cinta, dan aktivitas sosial
Rasa bahagia berkumpul dan berserikat, perasaan diterima dalam kelompok, rasa bersahabat, dan afeksi
Tingkat 2
rasa aman
Menghindari bahaya dan bebas dari rasa takut atau terancam
Tingkat 1
fisik atau biologi
Lapar, haus, hubungan intim, rasa enak, tidur, dan istirahat[3]
b.        Teori 2 Faktor
Teori ini dikemukakan oleh Federick Hezbert, Bernad Mausner, dan BarbaraSnyderman. Mereka lakukan studi tentang motivasi kerja di industri. Berdasarkan studi tersebut, Federick dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut Teori Dua Faktor. Teori ini juga dikenal dengan teori Motivator higienes. Mereka mengadakan penelitian dengan 203 akuntan dan insinyur. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara.
Federick Hazbert berpendapat bahwa ada faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang mempengaruhi orang dalam bekerja. Termasuk faktor intrinsik adalah prestasi yang dicapai, pengakuan, dunia kerja, tanggung jawab dan kemajuan. Faktor ekstinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dengan bawahan, teknik supervisi, kebijakan administratif, dan kondisi kerja.
Baik faktor intrinsik atau faktor ekstrinsik sangat berpengaruh terhadap motivasi seseorang. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak di kuantifikasi, karena motifasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks.[4]
c.       Teori ERG
Alderfer (1972) mengemukakan tiga kategori kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah:
1)      Eksistence (E) atau Eksistensi. Meliputi kebutuhan fisiologis sepeerti lapar, rasa haus, seks, kebutuhan materi, dan lingkungan kerja yang menyenangkan.
2)      Relatedness (R) atau keterkaitan. Menyangkut hubungan dengan orang-orang yang penting bagi kita, seperti anggota keluarga, sahabat, dan penyelia di tempat kerja.
3)      Growth (G) atau pertumbuhan. Meliputi kenginginan kita untuk produktif dan kreatif dengan mengerahkan segenap kesanggupan kita.
Alderfer menyatakan bahwa, pertama, bila kebutuhan akan eksistensi tidak terpenuhi, pengaruhnya mungkin kuat, namun kategori-kategori kebutuhan lainnya mungkin masih penting dalam mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan. Kedua, meskipun suatu kebutuhan terpenenuhi, kebutuhan dapat berlangsung terus sebagai pengaruh kuat dalam keputusan.
Jadi secara umum mekanisme kebutuhan dapat dikatakan sebagai berikut:
1) Frustration – Regression
2) Satisfaction – Progression
D.       Teori Proses
Fokus pada bagaimana dan dengan cara apa pe-rilaku didorong, diarahkan, dipertahankan, dan dihentikan
Teori ini juga terdiri dari empat teori pendukung, yaitu :
a.      Equity Theory (S. Adams)
Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
1)      Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar.
2)      Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Dalam menumbuhkan suatu persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat macam hal sebagai pembanding, hal itu antara lain :
1)      Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;
2)      Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;
3)      Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;
4)      Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang pada nantinya akan menjadi hak dari para pegawai yang bersangkutan. 
b.      Expectancy Theory ( Victor Vroom)
Victor Vroom (1964) mengembangkan sebuah teori motivasi berdasarkan kebutuhan infernal, tiga asumsi pokok Vroom dari teorinya adalah sebagai berikut :
1)      Setiap individu percaya bahwa bila ia berprilaku dengan cara tertentu, ia akan memperoleh hal tertentu. Ini disebut sebuah harapan hasil (outcome expectancy) sebagai penilaian subjektif seseorang atas kemungkinan bahwa suatu hasil tertentu akan muncul dari tindakan orang tersebut.
2)      Setiap hasil mempunyai nilai, atau daya tarik bagi orang tertentu. Ini disebut valensi (valence) sebagai nilai yang orang berikan kepada suatu hasil yang diharapkan.
3)      Setiap hasil berkaitan dengan suatu persepsi mengenai seberapa sulit mencapai hasil tersebut. Ini disebut harapan usaha (effort expectancy) sebagai kemungkinan bahwa usaha seseorang akan menghasilkan pencapaian suatu tujuan tertentu.
Motivasi dijelaskan dengan mengkombinasikan ketiga prinsip ini. Orang akan termotivasi bila ia percaya bahwa :
1)      Suatu perilaku tertentu akan menghasilkan hasil tertentu
2)      Hasil tersebut punya nilai positif baginya
3)      Hasil tersebut dapat dicapai dengan usaha yang dilakukan seseorang
Dengan kata lain Motivasi, dalam teori harapan adalah keputusan untuk mencurahkan usaha. 
c.       Goal Setting Theory (Edwin Locke)
Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : 
1)      tujuan-tujuan mengarahkan perhatian;
2)      tujuan-tujuan mengatur upaya;
3)      tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan
4)      tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.
Teori ini juga mengungkapkan hal hal sebagai berikut :
1)      Kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai.
2)      Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat.
3)      Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keengganan untuk bertingkah laku.
d.      Reinforcement Theory ( B.F. Skinner)
Teori ini didasarkan atas “hukum pengaruh”. Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.
Rangsangan yang didapat akan mengakibatkan atau memotivasi timbulnya respon dari seseorang yang selanjutnya akan menghasilkan suatu konsekuensi yang akan berpengaruh pada tindakan selanjutnya. Konsekuensi yang terjadi secara berkesinambungan akan menjadi suatu rangsangan yang perlu untuk direspon kembali dan mengasilkan konsekuensi lagi. Demikian seterusnya sehingga motifasi mereka akan tetap terjaga untuk menghasilkan hal-hal yang positif.
IV.    PENUTUP
a.      Kesimpulan
Motivasi berasal dari kata movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya.
Istilah lain komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang keorang lain.
Terdapat teori konten:
1.      Teori hierarki kebutuhan
2.      Teori dua faktor
3.      Teori ERG
Terdapat teori proses
1.      Equity Theory
2.      Expectancy Theory
3.      Goal Setting Theory
4.      Reinforcement Theory
b.      Kata Penutup
Demikianlah makalah ini kami buat, semoga bermanfaat kepada pembaca dan dapat memberikan pemahaman kepada pemakalah.
Sekian dari kami, apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam hal penulisan makalah ini, kritik serta saran yang membangun sangat kami butuhkan dari anda. Dari kami, selaku pemakalah meminta maaf yang sebesar-besarnya dan atas perhatian saudara kami ucapkan terimakasih.


DAFTAR PUSTAKA

Morisan, Andy Corry Wardani, Teori Komunikasi,  Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009
Sudarman Danim, Motivasi, kepemimpinan dan efektivitas kelompok,  Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2012
Makalah Kelompok 5, Mata kuliah Manajemen Perkantoran dengan judul Komunikasi Perkantoran, tanggal 22 April 2015
http://26-dyash.blogspot.com/2010/12/teori-motivasi-isi-dan-proses.html
http://salamroman.blogspot.com/2013/05/motivasi-dan-komunikasi.html


[1] Makalah Kelompok 5, Mata kuliah Manajemen Perkantoran dengan judul Komunikasi Perkantoran, tanggal 22 April 2015
[2] Morisan, Andy Corry Wardani, Teori Komunikasi, ( Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009). Hal. 4-5
[3] Sudarman Danim, Motivasi, kepemimpinan dan efektivitas kelompok, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2012). Hlm. 25
[4] Sudarman Danim, Motivasi, kepemimpinan dan efektivitas kelompok,  Hlm. 31